Rabu, 18 Desember 2013

KETERAMPILAN MEMBACA

KETERAMPILAN MEMBACA

A.    PENGERTIAN
Keterampilan membaca adalah aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagai factor yang datangnya dari dalam diri pembaca dan faktor luar. Selain itu, keterampilan membaca juga dapat di katakan sebagai produk belajar dari lingkungan, dan bukan kemampuan yang bersifat instingtif atau naluri yang dibawah sejak lahir. Oleh karena itu, proses membaca yang dilakukan oleh seorang dewasa (dapat membaca) merupakan usaha mengolah dan menghasilkan sesuatu melalui penggunaan modal tertentu.
Membaca adalah proses produksi yang menghasilkan pengetahuan, pengalaman, dan sikap-sikap baru. Membaca juga merupakan proses mengolah, yakni mengolah bacaan. Secara garis besar,aktifitas membaca berkaitan dengan dua hal pokok yaitu pembaca dan bahan bacaan.
Untuk memperlancar proses membaca,seorang pembaca harus memiliki modal yaitu:
a.       Pengetahuan dan pengalaman
b.      Kemampuan berbahasa
c.       Pengetahuan tentang tehnik membaca
d.      Tujuan membaca

B.     TUJUAN MEMBACA
Secara garis besar, tujuan membaca sangat luas sifatnya karena setiap situasi membaca mempunyai tujuan tersendiri yang bersifat spesifik. Namun, secara umum ada penggolongan membaca tentang tujuan membaca yang telah dikemukakan oleh ahli membaca Waples. Dalam eksperimennya ia menemukan bahwa tujuan membaca itu meliputi beberapa hal yang pada hakikatnya tujuan membaca adalah modal utama membaca. Tujuan yang jelas akan memberikan motivasi yang intrinsic yang besar bagi seseorang. Seseorang yang sadar sepenuhnya akan tujuan membaca dapat mengarahkan sasaran daya piker kritis dalam mengolah bahan bacaan sehingga memperoleh kepuasan dalam membaca.


C.    EFEKTIFITAS MEMBACA
Membaca cepat artinya membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Penerapan kemampuan membaca cepat disesuaikan dengan tujuan membacanya, aspek bacaan yang digali (keperluan) dan berat ringannya bacaan.
Hambatan membaca cepat yaitu:
*      Pembaca menggerakkan bibir ketika membaca didalam hati.
*      Pembaca membaca kata per kata.
*      Pembaca menyuarakan setiap kata.
*      Pembaca tidak memiliki latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memahami apa yang dibaca.
*      Gerakan mata pembaca yang tidak fleksibel, karena sempitnya jangkauan mata.
*      Gerakan mata pembaca tidak memiliki ritme yang tepat dan membuat kesalahan dalam melakukan sapuan ke belakang.
*      Membaca dengan sangat lambat dan terlalu banyak berhenti.
*      Pembaca mengenali kata-kata dengan lambat.
*      Pembaca mengalami kesulitan untuk meneropong dan menyatukan bacaan.
*      Pembaca telalu banyak melakukan lompatan kembali ke kata-kata atau kalimat sebelumnya.
*      Pembaca tidak dapat membaca di dalam though units (perhatian secara keseluruhan).

Faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca:
·         Jangkauan mata
·         Konsentrasi
·         Kemampuan mempersepsi (memahami dan mengartikan kata)
·         Fiksasi (loncatan mata)

Efektif artinya peningkatan membaca itu harus diikuti pula oleh peningkatan pemahaman terhadap bacaan. Pembaca yang efektif dan kritis tahu tentang apa yang perlu digalinya dari bahan bacaan secara cepat, mengabaikan unsure-unsur yang kurang penting, serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Seorang pembaca efektif melihat setiap baris bacaan hanya pada satu-satuan pikiran yang ada. Biasanya berupa frase-frase, klausa-klausa, atau kata-kata kunci. Jadi, sebagian bacaan yang dilihat semakin sedikit. Akibatnya, perpindahan mata akan semakin cepat, dan pada akhirnya kecepatan membaca dapat ditingkatkan.
Rumus kecepatan membaca:
      Jumlah kata yang dibaca
 Waktu membaca (dalam menit)

D.    PENGETAHUAN TENTANG TEKHNIS MEMBACA
Jika diatas telah dijelaskan bahwa pengetahuan, pengalaman dan kemampuan berkomunikasi lisan merupakan modal utama membaca, tampaknya pengetahuan tentang teknik lebih cenderung dianggap sebagai alat. Alat yang dapat digunakan dalam mencerna bahan tulis. Realisasinya berupa seperangkat keterampilan untuk mengolah setiap aspek bahan bacaa menjadi sesuatu yang bermakna bagi pembaca.
   Keterampilan ini berkaitan dengan keseluruhan aktifitas membaca  sehingga dapat mencakup makna proses membaca sebagai aktifitas mengolah kata yang terkandung dalam bahan bacaan, kreatifitas, membaca, sampai pada aktifitas membaca cepat.
   Secara garis besar, pengetahuan tentang teknik membaca itu meliputi:
a.  Pengetahuan tentang aspek-aspek keterampilan membaca
-    Keterampilan mengenali kata
-    Keterampilan mengenali tanda baca
-    Keterampilan memahami makna tersurat
Yaitu seperti keterampilan memahami makna kata, frase, kalimat, paragraf, subbab, bab, dll.
-    Keterampilan membaca kritis
-    Kemampuan membaca kreatif
b. Pengetahuan tentang teknik membaca cepat
c.  Pengetahuan tentang membaca telaah ilmiah

E.     LANGKAH DASAR MEMBACA
1.      Mengetahui tujuan untuk membaca.
Aktifkan latar belakang pengetahuan dari topic dalam rangka untuk memprediksi atau mengantisipasi konten dan mengidentifikasi strategi membaca yang tepat.
2.      Hadir bagian dari teks yang relevan dengan tujuan mengidentifikasi dan mengabaikan sisanya.
Selektifitas ini memungkinkan kita untuk focus pada item tertentu dalam input dan mengurangi jumlah informasi yang dimiliki untuk terus dalam memori jangka pendek.
3.      Pilih strategi yang sesuai dengan tugas membaca dan menggunakannya fleksibel dan interaktif.
4.      Periksa pemahaman saat membaca dan ketika tugas membaca selesai.

F.     STRATEGI UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MEMBACA.
1.      Meninjau
Judul meninjau, judul bagian, dan keterangan foto untuk mendapatkan rasa struktur dan isi pilihan bacaan.
2.      Memprediksi
Menggunakan pengetahuan tentang materi pelajaran untuk membuat prediksi tentang isi dan pemahaman cek, menggunakan pengetahuan tentang jenis teks dan tujuan untuk membuat prediksi tentang struktur wacana.
3.      Skimming dan Scanning
Menggunakan survey cepat dari teks untuk mendapatkan gagasan utama, mengidentifikasi struktur teks, mengkonfirmasi/prediksi pertanyaan.
4.      Menebak dari konteks
Menggunakan pengetahuan sebelumnya dari subjek dan ide-ide dalam teks sebagai petunjuk makna kata-kata yang tidak di ketahui, bukannya berhenti untuk melihat mereka.
5.      Parafrase
Berhenti di akhir bagian untuk memeriksa pemahaman.

G.    MASALAH UMUM DALAM MEMBACA
Seperti pada umumnya, orang tidak sadar dengan masalah membacanya. Kebanyakan orang telah puas dengan kondisi kemampuan membacanya, baik dalam kecepatan maupun dalam tingkat pemahamannya. Padahal secara teoritis, kecepatan dan pemahaman terhadap bacaan itu dapat ditingkatkan dua atau tiga kali lipat dari kecepatan dan pemahaman semula. Itu bagi seseorang yang benar-benar mau meningkatkannya.
Ada beberapan masalah dan hambatan yang umum terjadi pada setiap orang, masalah tersebut antara lain:
·         Rendahnya tingkat kecepatan membaca.
Hal ini menjadi hambatan karena pada umumnya orang tidak ambil pusingdengan kebiasaan membacanya.
·         Minimnya pemahaman yang di peroleh.
Hal ini menjadi masalah karena ada kecenderungan anggapan bahwa semakin lambat cara membaca seseorang, semakin tinggi pula pemahaman. Padahal, pada kasus latihan membaca cepat, anggapan justru terbalik yaitu peningkatan kecepatan membaca akan diikuti dengan peningkatan pemahaman bacaan.
·         Kurang minat baca.
Masalah yang menjadi hambatan membaca adalah kurangnya minat membaca. Faktor yang membelakangi hal ini adalah kebiasaan, sarana, buku-buku yang dibaca, atau kurang sesuainya bahan bacaan yang tersedia dengan minat yang dimiliki. Ada indikator bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa itu dapat diukur dari berapa banyak waktu sehari-hari yang digunakan warganya untuk membaca. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk membaca, artinya menurut kebutuhan secara pribadi, bukan dipaksa membaca seperti halnya membaca demi tugas sekolah ataupun kuliah, maka dengan itu semakin tinggi pula tingkat budaya bangsa tersebut.
·         Minimnya pengetahuan tentang cara membaca cepat dan efektif.
Pengetahuan tentang cara membaca yang efektif tampaknya juga merupakan faktor yang tak kalah pentingnya sebagai masalah dalam membaca. Secara teoritis, seorang pembaca yang lambat pada hakikatnya bukanlah pembaca yang bodoh, tetapi mungkin ia hanyalah seorang pembaca yang tidak efisien.
H.    HAL- HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN DALAM MEMBACA
v  Pahami judul tulisan atau buku.
v  Judul yang baik menggambarkan isi bacaan tulisan.
v  Pahami sistematika penulisan atau daftar isi.
v  Sistematika merupakan struktur berfikir bagi penulis.
v  Sistematika penulisan dapat pula merupakan kerangka teori yang digunakan penulis dalam melakukan pembahasan masalah.
v  Pahami hubungan antar bab.

I.       JENIS-JENIS BACAAN
1)      Bacaan Ilmiah
-          Hasil penelitian atau kajian
-          Penyajian narasi menggunakan bahasa yang formal
-          Menggunakan istilah-istilah yang bersifat teoritis, butuh penjelasan.
2)      Bacaan Populer
-          Menyajikan hal-hal yang sedang ngetrend pada saat ini
-          Bahasa yang di gunakan lebih ringan dan udah dipahami bahkan menggunakan bahasa gaul
3)      Bacaan Fiksi
-          Biasanya merupakan karya sastra
-          Sajian bahasa mengajak pembaca untuk berimajinasi

J.      TIPE-TIPE PEMBACA YANG  TIDAK EFESIEN
 Tipe-tipe pembaca yang tidak efisien diantaranya yaitu:
a.       Membaca dengan memvokalkan apa yang dibacanya.
Banyak orang yang melakukan cara membacanya dengan melafalkan apa yang dibacanya kata demi kata dengan bantuan alat-alat ucap (mulut). Dengan kata lain, kecepatan membaca disamakan dengan kecepatan berbicara. Bagaimana mungkin ini bisa dikatakan sebagai pembaca yang baik dan efisien? Kita sepakat bahwa proses membaca adalah proses berpikir. Disini jelas bahwa kecepatan berpikir tidak sama dengan kecepatan berbicara. Jika seseorang melakukan tindakan membaca dengan memvokalkan apa yang dibacanya, itu berarti ia melakukan dua kerja sekaligus. Membaca dengan gagasan bacaan ( berpikir) dan berbicara. Jelas bahwa tindakan memvokalkan bahan bacaan merupakan sesuatu yang menghambat kecepatan membaca, sekaligus menghambat pemahamannya. Pembaca yang seperti itu adalah pembaca yang kurang efektif.



b.      Membaca sambil bergerak
Yang dimaksud dengan tipe pembaca bergerak ialah seorang pembaca yang dalam perbuatan membacanya diikuti oleh gerak-gerik sebagian anggota badan, baik disengaja maupun tidak. Contohnya, membaca sambil menggoyang-goyangkan kaki, membaca sambil menggigit-gigit ujung alat tulis, dan sebagainya. Secara prinsip, faktor ini tidak mengganggu benar, akan tetapi menghilangkan kebiasaan ini akan menambah konsentrasi terhadap bacaan dan lebih sempurna.

c.       Membaca sambil tiduran (berbaring)
Ada sebagian orang yang membaca nikmat bila membaca sambil tiduran. Cara membaca ini jelas merupakan kebiasaan membaca yang jelek. Terutama ditinjau dari segi kesehatan mata. Dengan membaca sambil tiduran, mata dipaksa bekerja lebih keras. Kelelahan mata adalah efek langsung dari membaca seperti itu.

d.      Membaca tidak konsentrasi
Ini juga salah satu kelemahan dari beberapa orang pembaca. Terkadang tampak secara jelas, secara fisik seseorang sedang membaca. Tetapi kenyataannya hanya pada awal-awal baris saja ia membacanya., setelah itu ia berkhayal diluar konteks apa yang dibacanya. Dan ini biasanya telah membudaya dikalangan kita. Baru setelah sadar kembali, diteruskannya kegiatan membacanya. Hal inilah yang dimaksud dengan tipe pembaca yang tidak berkonsentrasi

K.    PANDANGAN YANG SALAH DALAM MEMBACA
Dalam keterampilan membaca, ada beberapa pandangan yang salah dalam kegiatan membaca, diantaranya yaitu:
a)      Pandangan yang menganggap bahwa membaca hanya merupakan kegiatan reseptif.
Ada kecenderungan bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan menerima. Tampaknya seperti ada benarnya, sebab kita menerima sesuatu dari penulis bacaan. Akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan menyeluruh, kita tidak dapat melakukannya dengan berpasrah diri (reseptif). Untuk memperoleh itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks bacaan menjadi bahan bermakna. Bagaimana kita memperoleh makna yang terkandung jika hanya diam, sementara teks bacaan adalah benda mati? Jadi, kitalah yang sebenarnya aktif. Bahkan bukan hanya pemahaman yang dituntut dalam membaca, melainkan juga pengolahan bahan bacaan itu secara kritis dan kreatif.

b)      Membaca hanya sebagai proses mengingat
Sebuah kesalahan besar jika membaca itu identik dengan proses mengingat bahan bacaan. Jika ini disepakati, maka pembaca tak ubahnya dengan komponen memori (ingatan) yang bertugas menyimpan data persis dengan apa yang dikatakan pengarang. Ada kecenderungan dikalangan pelajar dan mahasiswa menyamakan membaca itu sebagai proses menghafal informasi. Pandangan seperti itu yang perlu diubah. Membaca juga proses kerja mental yang melibatkan aspek-aspek berpikir kritis dan kreatif. Pembaca yang baik adalah pembaca yang tahu mengolah bahan bacaannya secara kritis dan kreatif. Dalam prosesnya ia tidak lupa mengadakan analisis, sintesis, menimbang-nimbang, menilai, dan seterusnya secara kritis. Atau lebih berarti jika ia mampu menerapkannya dalam kehidupan secara nyata dan kreatif.

c)Membaca hanya bila perlu saja
Pendapat yang demikian jelas menyesatkan. Jika dilihat dari konteks perkembangan dunia saat ini, jelas bahwa bila seseorang membaca buku hanya bila ia membutuhkan sesuatu dari suatu jenis buku tertentu, itu jelas salah. Seseorang yang bisa dianggap maju dan aktual adalah orang yang terbiasa membaca diberbagai kesempatan dan pada berbagai bidang kehidupan. Ingat bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kebiasaannya membaca. Artinya, seberapa besar pola dan kebutuhan membaca menjadi pegangan hidup sehari-hari. Itulah makanya seseorang yang pengetahuannya luas dan aktual selalu membaca, membaca, dan membaca.

L.        CIRI-CIRI PEMBACA YANG EFESIEN
Seorang pembaca yang efesien menunjukan empat cirri sebagai berikut:
1)      Mempunyai kebiasaan membaca yang baik, misalnya memusatkan perhatian secara sungguh-sungguh ketika membaca (tidak sambil mendengar radio) atau duduk tegak pada meja belajar (tidak membaca sambil tiduran diatas sofa atau tiduran sambil membaca).
2)      Membaca secara cepat.
3)      Dapat menangkap dan memahami isi dari bahan bacaannya.
4)      Seusai membaca dapat mengingat butir-butir gagasan utama dari bahan bacaannya.















REFERENSI
                                                

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar