SENAM
OTAK
(Brain
Gym)
A.
PENGERTIAN
Brain gym adalah
serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan dan digunakan oleh para murid di
Educational Kinesiology Foundation, USA untuk meningkatkan kemampuan belajar
mereka dengan menggunakan keseluruhan otak. Gerakan-gerakan ini membuat segala
macam pelajaran menjadi lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi
kemampuan akademis. Educational Kinesiology adalah suatu sistem yang
memberdayakan semua orang yang belajar, tanpa batas umur, dengan menggunakan
aktivitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar seluruh potensi seseorang
(Dennison, 2008).
Gerakan-gerakan brain gym atau senam otak
adalah suatu sentuhan yang bisa merangsang kerja dan berfungsinya otak secara
optimal. Yaitu lebih mengaktifkan kemampuan otak kanan dan kiri, sehingga
kerjasama antara belahan otak kanan dan kiri bisa terjalin. Brain gym dapat
digunakan untuk membantu pelajar untuk lebih siap menerima pelajaran,
memperbaiki rentang konsentrasi, meningkatkan fokus
dan daya ingat, memperbaiki kemampuan berkomunikasi, mengendalikan emosi, dll. Itu sebabnya, latihan ini cocok untuk siswa terutama dalam
menunjang belajarnya di sekolah.
Brain gym juga sangat praktis, karena bisa dilakukan di mana saja, kapan saja oleh
siapa saja. Porsi latihan yang tepat adalah sekitar 10-15 menit, sebanyak 2-3 kali
dalam sehari. Menurut Mangungsong (dalam Masykur,
2006: 8) brain gym bermanfaat menjadikan otak bekerja lebih efisien
sehingga, otak akan membutuhkan lebih sedikit energi ketika bekerja. Ini juga
akan membuat otak bekerja lebih ringan dan tidak mudah mengalami kelelahan.
Konsep dasar brain gym adalah; 1) belajar
merupakan kegiatan alami dan menyenangkan dan terus terjadi sepanjang hidup seseorang; 2)
kesullitan belajar adalah ketidakmampuan mengatasi stres dan keraguan dalam
menghadapi suatu tugas baru; 3) kita semua mengalami “kesulitan belajar” selama
kita telah belajar untuk tidak bergerak. Jadi, brain gym adalah suatu usaha
alternatif alami yang sehat untuk menghadapi ketegangan dan tantangan pada diri
sendiri dan orang lain (Dennison, 200:3).
Dari penjelasan di atas dapat simpulkan
bahwa brain gym adalah latihan gerak tubuh secara sederhana dan menyenangkan yang
melibatkan beberapa titik yang berkaitan langsung dengan saraf-saraf otak,
berfungsi untuk membantu pelajar untuk lebih siap menerima pelajaran,
memperbaiki rentang konsentrasi, meningkatkan fokus dan daya ingat, memperbaiki
kemampuan berkomunikasi, mengendalikan emosi. Dilakukan untuk memudahkan dan membantu
kegiatan belajar, hambatan-hambatan berpikir, membangun harga diri, mengurangi stress
rasa kebersamaan dan lain sebagainya.
B. MEKANISME KERJA BRAIN
GYM
Dennison (2008: 1) mengatakan bahwa
otak dibagi ke dalam 3 (tiga) fungsi yakni, dimensi lateralis (otak
kiri-kanan), dimensi pemfokusan (otak depan-belakang), serta dimensi pemusatan
(otak atas-bawah). Masing-masing dimensi memiliki tugas tertentu, sehingga
gerakan senam yang harus dilakukan bervariasi, diantaranya:
a. Dimensi Lateralitas
Tubuh manusia dibagi dalam sisi kiri
dan sisi kanan. Sifat ini memungkinkan dominasi salah satu sisi misalnya
menulis dengan tangan kanan atau kiri, dan juga untuk integrasi ke dua sisi
tubuh (bilateral integration), yaitu untuk menyebrangi garis
tengah tubuh untuk bekerja di bidang tengah. Bila keterampilan ini sudah
dikuasai, orang akan mampu memproses kode linear, simbollis tertulis (mis.
tulisan), dengan dua belahan otak dari kedua jurusan: kiri ke kanan atau kanan
ke kiri, yang merupakan kemampuan dasar kesuksesan akademik.
Ketidakmampuan untuk menyebrangi garis
tengah mengakibatkan apa yang disebut ”ketidakmampuan belajar” (learning
disabled)” seperti sulit menulis dan cenderung menulis huruf terbalik (disgrafia)
dan sulit membaca (disleksia). Beberapa gerakan untuk dimensi ini adalah
8 tidur, gajah dan sebagainya.
b. Dimensi Pemfokusan
Pemfokusan adalah kemampuan
menyebrangi “garis tengah partisipasi” yang memisahkan bagian belakang dan
depan tubuh, dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal
lobe). Garis tengah partisipasi adalah garis
bayangan vertikal di tengah tubuh (dilihat dari samping); tergantung partisipasibatin pada suatu kegiatan apakah
seorang berada di depan atau di
belakang garis tersebut. Informasi diterima oleh
otak bagian belakang (batang otak atau brainstem) yang merekam semua pengalaman,
lalu informasi diproses dan diteruskan ke otak bagian depan untuk diekspresikan
sesuai tuntutan dan keinginannya.
Ketidaklengakapan perkembangan refleks
menghasilkan ketidakmampuan untuk secara mudah mengekspresikan diri sendiri dan
ikut aktif dalam proses belajar. Murid yang mengalami fokus-kurang (underfocused)
disebut “kurang perhatian”, “kurang pengertian”, “terlambat bicara”, atau
“hiperaktif”. Sementara, sebagian lain adalah anak yang terlalu mengalami fokus
lebih (overfocused) dan berusaha terlalu keras. Contoh gerakan untuk dimensi ini adalah burung hantu.
c. Dimensi Pemusatan
Pemusatan adalah kemampuan untuk
menyebrangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengaitkan
fungsi dari bagian dan bawah otak; bagian tengah sisten limbis (midbrain)
yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar (cerebrum)
untuk berpikir abstrak. Apa yang dipelajari benar-benar harus dapat dihubungkan
dengan perasaan dan memberi arti. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan
ditandai oleh ketakutan yang tak beralasan, cenderung bereaksi “berjuang atau melarikan
diri,” atau ketidakmampuan untuk merasakan atau menyatakan emosi. Gerakan yang
membuat sistem badan menjadi relaks dan membantu menyiapkan murid untuk
mengolah informasi tanpa pengaruh emosi negative disebut pemusatan atau
bertumpu pada dasar yang kokoh. Contoh gerakan untuk dimensi ini adalah tombol
bumi, tombol keseimbangan, tombol angkasa, pasang telinga, titik positif dan
lain-lain.
Setelah seseorang belajar bagaimana
mengkoordinasikan gerakan mata, tagan, dan tubuh mereka, maka dapat disebut
kegiatan brain gym sudah mencapai tujuannya, dan integrasi menjadi
pilihan otomatis. Sebagian orang akan mengakui bahwa brain gym sangat
membantu dalam waktu singkat untuk mencapai perilaku tertentu. Kebanyakan murid
secara sadar memilih untuk melakukan gerakan-gerakan tersebut secara teratur
selama beberapa minggu dan bulan guna membantu memperkuat sesuatu yang baru
dipelajari.
Banyak murid akan kembali menggunakan
gerakan brain gym yang mereka senangi bila stres atau tantangan muncul
di dalam hidup mereka (Dennison,2004: 3).
C. WAKTU YANG DIBUTUHKAN
DALAM BRAIN GYM
Brain gym adalah serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan dan digunakan
oleh para murid di Educational Kinesiology Foundation, California, USA untuk
meningkatkan kemampuan belajar mereka dengan menggunakan keseluruhan otak. Brain gym juga sangat praktis,
karena bias dilakukan
di mana saja, kapan saja oleh siapa saja termasuk bayi. Porsi latihan yang tepat adalah sekitar 10-15 menit,
sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
Menurut Tobing (2008) gerakan-gerakan brain
gym harus diulang sesering mungkin dalam waktu tertentu untuk mendapatkan
hasil yang baik. Bila melakukan brain gym untuk kemampuan tertentu,
sering dapat langsung memperbaiki perilaku atau prestasi. Sebagian orang akan
mengakui bahwa brain gym sangat membantu dalam waktu singkat untuk
mencapai perilaku tertentu. Kebanyakan murid secara sadar memilih untuk
melakukan gerakan-gerakan tersebut secara teratur selama beberapa minggu atau
bulan guna membantu memperkuat sesuatu yang baru di pelajari. Banyak murid akan
kembali menggunakan gerakan-gerakan rutin brain gym yang mereka senamngi bila
stres atau tantangan muncul di dalam hidup mereka (Dennison, 2008: 3).
D. BATASAN USIA DALAM BRAIN
GYM
Brain gym adalah program pelatihan otak yang dikembangkan oleh Paul E.
Dennison dan Gail E. Dennison sejak tahun 1970. Program ini awalnya dirancang
untuk mengatasi gangguan belajar pada anak-anak dan orang dewasa. Dasar
pemikiran brain gym adalah belajar merupakan kegiatan alami dan menyenangkan dan terus terjadi sepanjang hidup
seseorang, kesulitan
belajar adalah ketidakmampuan mengatasi stres dan keraguan dalam menghadapi suatu tugas baru dan kita
semua mengalami “kesulitan belajar” selama kita telah belajar untuk tidak bergerak.
Gerakan-gerakan brain gym membuat
segala macam pelajaran menjadi lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi
kemampuan akademis. Educational Kinesiology adalah suatu sistem yang
memberdayakan semua orang yang belajar, tanpa batas umur, dengan menggunakan
aktivitas gerakan gerakan untuk menarik keluar seluruh potensi seseorang
(Dennison, 2008).
Brain gym dapat dilakukan oleh orang lanjut usia (lansia). Pada umumnya,
lansia mengalami penurunan kemampuan otak dan tubuh. Penurunan inilah yang
membuat lansia mudah sakit, tidak kreatif, tidak bias bekerja lagi dan
mundurnya fungsi intelektual berupa mudah lupa atau sampai pada kemunduran yang
ditandai dengan kepikunan. Meski demikian, penurunan ini bisa
diperbaiki dengan brain gym. Karena brain gym tidak saja akan memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak,
tetapi juga gerakan gerakan yang bisa
merangsang kerja dan berfungsinya otak secara optimal.
Yaitu lebih mengaktifkan kemampuan otak kanan dan kiri, sehingga kerjasama antara belahan otak kanan dan kiri bisa
terjalin. Dengan melakukan brain gym kualitas
hidup lansia pun akan semakin meningkat.
Brain gym tidak
saja berguna untuk lansia, tetapi juga segala umur. Bahkan, brain gym juga
merangsang pertumbuhan bayi dan menenangkan anak hiperaktif. Karena brain
gym nerupakan latihan yang terangkai dari gerakan tubuh dinamis, yang
memungkinkan didapatkannya keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara
bersama-sama (Ag Masykur & Fathani, 2008: 124).
Menurut Oriza, dalam (Kiki, 2006) pada usia pra
sekolah (3-5 th), brain gym sudah dapat diterapkan, karena pada usia
tersebut anak sudah dapat dilatih untuk melakukan gerakan-gerakan brain gym yang
pada dasarnya mudah dan menyenangkan.
Di beberapa sekolah baik TK maupun playgroup yang
menyertakan brain gym sebagai salah satu program di sekolah. Brain
gym ini memang sangat tepat untuk diterapkan di masa sekolah. Proses
pembelajaran yang selama ini ada di sekolah biasanya dilakukan dengan cara
mematri, memaksa, sehingga akibatnya otak menjadi kurang terintegrasi dengan
baik. Melalui brain gym, pelajar dapat lebih siap untuk menerima materi
pelajaran baru, memperbaiki ingatan jangka pendek/
STM (Short Term Memory), konsentrasi, meningkatkan
kemampuan berkomunikasi serta mengendalikan emosi.
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa gerakan-gerakan brain gym dapat meningkatkan kemampuan
belajar dengan menggunakan keseluruhan otak dan bisa dilakukan oleh siapa saja
tanpa batas umur.
E. ATURAN DALAM BRAIN
GYM
Menurut Dennison (2008) dalam
melakukan gerakan brain gym tentu saja
tidak seorang pun dipaksa untuk melakukan gerakan yang dirasakan kurang wajar
atau kurang menyenangkan. Setiap pelajar sebaiknya melakukan gerakan sebatas
kemampuannya, didorong, tapi jangan dipaksa.
Menurut Ag
Masykur & Fathani (2008:132) sebelum
siswa mulai belajar apa pun atau orang dewasa sebelum memulai brain gym,
ia harus menjalani PACE. PACE adalah empat keadaan yang diperlukan, untuk dapat
belajar dan berpikir dengan menggunakan seluruh otak. PACE merupakan singkatan
dari positif, aktif, clear (jelas) dan energetis. Untuk menjalankan PACE ini,
harus memulainya dengan energetis (minum air), clear (melakukan pijat saklar
otak), aktif (melakukan gerakan silang), positif (melakukan kiat rileks) dan
dilanjutkan dengan gerakan-gerakan senam yang lain:
a. Minum Air (Drinking Water)
Minum air putih dalam jumlah yang
cukup banyak, yaitu 0,3-0,4 liter per berat 10 kg Berat Badan (BB) sehari,
kalau siswa sedang belajar atau seseorang sedang melakukan aktivitas pikir. Air
mempunyai banyak fungsi dalam badan untuk menunjang belajar anak dan orang
dewasa.
Diantaranya: darah lebih banyak
menerima zat asam yang diperlikan untuk belajar, melepaskan protein untuk
belajar hal baru, melarutkan garam yang mengoptimalkan fungsi energi listrik
tubuh untuk membawa informasi ke otak, serta mengaktifkan sistem limpa. Limpa
berfungsi untuk mengangkut zat-zat gizi, hormon dan sebagai saluran pembuangan.
b. Memijat Saklar Otak (Brain
Buttons)
Cara melakukan gerakan ini, adalah
letakkan satu tangan di atas pusar, dengan ibu jari dan jari-jari tangan yang
lain. Raba kedua lekukan di antara rusuk tepat di bawah tulang selangka dan
kira-kira 2-3 cm kirikanan dari tulang dada. Pijat daerah ini selama 30 detik
sampai 1 menit, sambil melirik mata dari kiri ke kanan dan sebaliknya.
Pijatan ini memiliki beberapa manfaat,
yakni mengkoordinasi kedua belahan otak, mengaktikan untuk mengirim pesan dari
bagian otak kanan ke sisi kiri tubuh dan sebaliknya, meningkatkan penerimaan oksigen,
stimulasi arteri karotis untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan
meningkatkan aliran energi elektromagnetik. Meningkatkan kemampuan akademik
dalam hal menyeberang garis tengah visual untuk membaca dan untuk visual tubuh,
koreksi terbaliknya huruf dan angka, memadukan konsonan dan tetap di baris
ketika membaca. Dapat menyeimbangkan tubuh kiri-kanan, tingkat energi lebih
baik, memperbaiki kerja sama kedua mata, bisa meringankan stres visual, juling atau
pandangan yang terus menerus, serta membuat otot tengkuk dan bahu lebih rileks,
meringankan kelancaran aliran darah (zat asam) ke otak dan meningkatkan
keseimbangan badan.
c. Gerakan
Silang (Cross Crawl)
Dalam latihan silang ini, pelajar
menggerakkan secara bergantian pasangan kaki dan tangan yang berlawanan,
seperti pada gerak jalan di tempat. Gerak Silang mengaktifkan hubungan kedua
sisi otak dan merupakan gerakan pemanasan untuk semua keterampilan yang memerlukan
penyebrangan garis tengah bagian lateral tubuh. Lakukan latihan beberapa kali
dalam sehari selama 2-3 menit. Mulailah dengan gerakan pelan, agar dapat
diperhatikan bagian tubuh mana yang bergerak dan tidak bergerak.
Gerakan Silang mengaktifkan otak untuk
menyebrangi garis tengah penglihatan/ pendengaran/ kinestetik/ perabaan/
sentuhan, garakan mata dari kiri ke kanan, dan meningkatkan kebersamaan
penglihatan kedua mata (binokular) (Dennison, 2004:7).
F. MACAM-MACAM GERAKAN BRAIN
GYM
Gerakan-gerakan brain gym meliputi
gerakan menyeberangi garis tengah (the midline movements), gerakan
meregangkan otot (lengthening aktivities), dan gerakan
meningkatkan energi dan sikap penguatan (energy exercises and
deepening attitudes). Gerakan-gerakan brain gym yang sederhana dan
menyenangkan bisa dilakukan pada saat bekerja atau bermain (Dennison, 2008).
a) Gerakan Menyeberangi Garis Tengah (The
Midline Movements)
Menggambar 8 Tidur atau simbol “tak
terhingga” memungkinkan pembaca untuk menyeberangi garis tengah visual tanpa
berhenti, dengan demikian mengaktifkan mata kanan dan kiri serta
mengintegrasiakan bidang penglihatan kanan dan kiri. Angka 8 digambar dalam
posisi tidur dengan titik tengah yang jelas, yang memisahkan wilayah lingkaran
kiri dan kanan, dan dihubungkan dengan garis yang tersambung.
Gerakan 8 Tidur berfungsi mengaktifkan
otak untuk menyebrangi garis tengah penglihatan untuk meningkatkan integrasi
kedua sisi, memperbaiki pengllihatan dengan dua mata bersamaan (binokular) dan melihat
lebih jauh ke samping (perifer), dan meningkatkan koordinasi otot mata
(terutana untuk menyusun) (Dennison, 2004:9-10).
Coretan berganda adalah kegiatan
menggambar kedua sisi tubuh yang dilakukan pada bidang tengah untuk menunjang
kemampuan agar mudah mengetahui arah dan orientasi yang berhubungan dengan
tubuh. sebelum anak mengembangkan rasa berorientasi pada pusat ini, ia akan berusaha
untuk menciptakan kembali suatu bentuk (gambar) berdasarkan ingatannya saja.
coretan ganda paling baik dikerjakan dengan otot utama lengan dan bahu. coretan
ganda bisa dilakukan di papan besar, kertas kecil dan bisa dilakukan di udara
dengan bahu, siku, pergelangan tangan atau kaki (melepaskan ketegangan).
Coretan berganda dapat mengaktifkan otak
untuk koordinasi matatangan di semua bidang penglihatan, menyeberangi garis
tengah kinestetik, kesadaran tentang ruang gerak (spasial) dan pembedaan penglihatan,
memahami/mengerti dan membuat simbol atau sandi dan memperbaiki kemampuan
olahraga dan keterampilan gerakan (Dennison, 2008: 11).
Alfabet yang dibuat berdasarkan 8 tidur
ini dapat dilakukan dengan kedua tangan (jarinya “dikunci”) bersama di udara
atau di papan tulis agar otot-otot besar di tangan, bahu dan dada diaktifkan.
Kemudian, 8 tidur digambarkan lebih kecil di kertas atau di buku tulis
diikutinya dengan alat tulis. Tulislah 8 tidur beberapa kali, lalu sambunglah
dengan satu huruf pilihan kemudian diteruskan lagi dengan beberapa gerakan 8 tidur.
Manfaatnya, mengaktifkan otak untuk
menyebrangi garis tengah kinestetik-perabaan untuk menulis dengan dua sisi otak
pada bidang tengah, meningkatkan kesadaran perifer, koordinasi mata-tangan dan mengenali
dan membedakan simbol dan huruf. Meningkatkan kemampuan akademik meliputi;
kemampuan gerakan motorik halus, kemampuan menulis indah, menulis miring,
mengeja dan menulis kreatif (Dennison, 2004:14).
Gerakan Gajah mengaktifkan
mengaktifkan bagian dalam terlinga untuk keseimbangan dan kesetimbangan yang
lebih baik, juga mengintegrasikan otak untuk mendengar dengan kedua telinga,
membuat rileks otot-otot tengkuk yagn tegang, yang serign timbul sebagai reaksi
terhadap bunyi atau gerakan bibir yang berlebihan sewaktu membaca dalam hati.
Pada gerakan gajah, batang tubuh, kepala, lengan dan tangan bekerja sebagai
satu kesatuan, yang bergerak di sekeliling bayangan 8.
Tidur dari jarak jauh, dengan fokus
mata melewati tangan. Seluruh tubuh ikut bergerak, bukan hanya lengan. Gerakan
Gajah mengaktifkan otak untuk menyebrangi garis tengah pendengaran (termasuk
kemampuan untuk memperhatikan, pengenalan, persepsi, pembedaan, dan ingatan),
mendengarkan suara sendiri, daya ingat jangka panjang dan jangka pendek,
kemampuan berbicara dalam hati dan berpikir, integrasi penglihatan,
pendengaran, dan gerakan seluruh tubuh, dan kedalaman persepsi dan kemampuan
kerja sama mata. (Dennison, 2004:15-16).
Sambil bernafas dalam-dalam, dan kedua
bahu relaks, tundukkan kepala agar dagu bersentuhan dengan dada. Pejamkan mata
sambil perlahan-lahan dan dengan lembut putar-putar kepala dari satu sisi ke
sisi yang lain. Kalau ada bagian yang tegang, relakskan kepala sambil membuat
lingkaran-lingkaran kecil dengan hidung dan bernafas dalam dalam. Lakukan tiga
kali gerakan lengkap dari satu sisi ke sisi lain atau lebih.
Gerakan ini bermanfaat untuk:
mengaktifkan otak untuk penglihatan dengan dua mata secara bersamaan (binokular),
kemampuan membaca dan menulis pada bidang tengah, pemusatan (centering),
pasang kuda-kuda (grounding) dan sisitem saraf pusat lebih relaks.
Meningkatkan kemampuan akademik, dalam hal membaca dengan suara, membaca dalam
hati, kemampuan belajar sendiri, bicara dan berbahasa serta memperlancar
pernafasan.
Olengan pinggul dilakukan dengan cara
duduk di lantai, kedua tangan di belakang, siku ditekuk, kedua kaki diangkat
sedikit dan olengkan pinggul ke kiri dan kanan kemudian putar beberapa kali
sampai relaks. lakukan gerakan ini di permukaan yang rata, misalnya matras.
Olengan pinggul mengendorkan punggung
bawah dan tulang kelangkang (sacrum) dengan memijat kelompok otot hamsting
dan otot gluteus (otot-otot di paha dan sekitar pantat); juga
menstimulasi saraf di pinggul yang melemah karena terlalu lama duduk. ketika
tulang kelangkang dapat bebas bergerak, otak diaktifkan juga karena berada pada
ujung jalur susunan saraf pusat.
Gerakan ini bermanfaat untuk
mengaktifkan otak dalam pemusatan (centering) dan mampu bekerja di
bidang tengah, kemampuan belajar, kemampuan melihat ke kiri dan ke kanan dan
kemampuan untuk memperhatikan dan memahami (Dennison, 2008: 19).
Duduk di kursi di depan meja, letakkan
dahi diantara kedua kepala di atas meja. Buang napas sampai dada terasa kosong.
Kemudian sambil perlahan-lahan mengangkat kepala, tarik nafas dalam-dalam,
rasakan sampai nafas itu mencapai tulang belakang. Tubuh dan bahu harus tetap rilaks,
ketika membuang napas, turunkan dagu ke arah dada dan mulai menggerakkan kepala
ke bawah ke arah meja sambil memperpanjang tengkuk. Istrahatkan kepala di meja
saat relaks dan bernapas dalam-dalam. Ulangi gerakan ini tiga kali atau lebih
untuk hasil lebih baikk.
Gerakan ini bermanfaat untuk :
mengaktifkan otak untuk mampu menyeberangi garis tengah dan membuat saraf pusat
lebih relaks. Meningkatkan kemampuan akdemik untuk penglihatan binokuler dan keterampilan
kerja sama kedua mata, mendengarkan dengan pemahaman, kecakapan berbicara dan
berbahasa serta mengendalikan gerakan motorik halus dari otot mata dan tangan.
Memperbaiki sikap tubuh, meningkatkan konsentrasi dan perhatian, memperbaiki
pernapasan dan resonansi suara (Dennison, 2004:25).
Letakkan tangan di perut, buang nafas
lewat mulut dalam embusan pendek pelan dan sedikit-sedikit, seolah-olah sedang
meniup sehelai bulu agar tidak jatuh sampai paru-paru terasa kososng. Sekarang
tarik nafas dalam-dalam, isi diri seperti balon tang ada di bawah tangan,
(dengan sedikit melengkungkan punggung, bahkan dapat menarik lebih banyak udara).
Kemudian dengan perlahan-lahan buang napas keseluruhannya. Ulangi menarik nafas
dan membuangnya, sesuai irama alami Pling kurang tiga kali atau lebih.
Gerakan ini bermanfaat untuk:
mengaktifkan otak untuk kemampuan menyebrang garis tengan, pemusatan (centering)
dan pasang kuda-kuda (grounding), sistem saraf pusat lebih relaks dan
membuat ritme dari gerakan tulang kepala lebih teratur. Meningkatkan irama
bicara dan ekspresi, meningkatkan tingkat energi, pernapasan dengan diafragma, serta
meningkatkan rentang perhatian (Paul & Gail, 2004:22).
Gerakan silang berbaring di lantai
dengan memakai alas untuk melindungi tulang ekor. Dalam posisi letentang, lutut
dan kepala diangkat dan tangan diletakkan di belakang kepala sebagai penyangga,
sentuhkan satu siku pada lutut yang berlawanan dan bergantian seolah-olah mengayuh
sepeda;tengkuk tetap relaks dan bernafas secara berirama sambil membayangkan
sebuah X yang menghubungkan pinggul dan bahu, untuk meningkatkan kesadaran
otot-otot perut.
Gerakan silang berbaring memperkuat
bagian perut, mengendorkan punggung bawah dan mengaktifkan integrasi otak kiri
dan kanan. gerakan ini mengembangkan koordinasi otot-otot utama di sekitar batang
tubuh yang berkenaan dengan sikap tubuh dan menunjang keteraturan seputar garis
tengan tubuh.
Gerakan ini bermanfaat untuk
mengaktifkan otak dalam mengintegrasi kiri-kanan, pemusatan (centering),
kesadaran akan otak utama yang berpengaruh pada sikap tubuh. Sedangkan dalam
kemampuan akademik meningkatkan kemampuan membaca (memecahkan dan menggunakan
sandi), kecakapan mendengar, matematika, perhiotungan dan mekanika dari ejaan
dan tulisan (Dennison, 2008: 23).
Gerakan mengisi energi dilakukan dengan
cara duduk di kursi dengan santai dan letakkan dahi diantara kedua tangan di
atas meja. Tarik nafas sambil rasakan udara naik di tengah garis badan ke atas
seperti air mancur sambil menegakkan kepala, tengkuk dan punggung bagian atas. sambil
menghembuskan napas, air mancur hilang dan kepala bersentuhan lagi dengan meja.
Gerakan ini bermanfaat dalam
mengaktifkan otak untuk mampu menyeberangi garis tengah dan sistem saraf pusat
relaks. Kemampuan akademik meningkat dalam hal penglihatan binokuler dan
keterampilan kerja sama kedua mata, mendengarkan dengan pemahaman, kecakapan berbicara
dan berbahasa dan pengendalian gerakan motorik halus dari otot-otot mata dan
tangan (Dennison, 2008: 25).
b) Gerakan Meregangkan Otot (Lengthening
Aktivities)
Gerakan ini bisa melepaskan ketegangan
tengkuk dan bahu yang timbul karena stres, khususnya ketika mengangkat buku
berat atau ketika mengkoordinasikan dengan mata untuk membaca atau kemampuan melihat
dekat lainnya. Lebih dari itu, gerakan burung hantu melepaskan ketegangan
akibat sub-vokalisasi selama membaca. Gerakan burung hantu juga memperpanjang
otot tengkuk dan bahu, dengan mengatur kembali jangkauan gerakannya dan
peredaran darah ke otak untuk meningkatkan kemampuan fokus, perhatian dan
ingatan.
Gerakan Burung Hantu berfungsi
mengaktifkan otak untuk menyebrangi “garis tengah pendengaran” (perhatian
pendengaran, perspsi, dan ingatan), mendengarkan suara sendiri, ingatan jangka
pendek dan panjang, bicara dalam hati dan kemampuan berpikir, konsentrasi,
gerakan sakadik mata yang cukup, dan integrasi penglihatan dan pendengaran dengan
gerakan keseluruhan tubuh (Dennison, 2004:31).
Rentangkan lengan kanan lurus ke atas ke
arah langit-langit. Letakkan tangan kiri di atas bahu kanan di otot lengan.
Dengan perlahanlahan dan dengan lembut buang nafas lewat mulut sambil menekan
lengan kanan secara isometris (tanpa mengerutkan otot) ke tangan kiri
selama sekitar delapan detik ke arah depan. Tarik nafas ketika mengendurkan tekanan.
Lanjutkan proses ini dengan membuang nafas saat menggerakkan tangan kiri untuk
menekan ketiga arah yang lain, yaitu ke arah telinga, menjauhi telinga dan ke
arah belakang. Ulangi seluruh uratan ini dengan lengan yang lain.
Gerakan ini bermanfaat untuk:
mengaktifkan otak untuk mampu berbicara ekspresif dan berbahasa, penggunaan
sekat rongga dada relakas dan meningkatkan pernafasan, koordinasi mata-tangan
dan kemahiran menggunakan peralatan (mechanik skill). Meningkatkan
kemampuan akademik, dalam bidang kemampuan keterampilan menulis indah dan menulis
huruf miring, mengeja dan menulis kreatif. Membuat durasi perhatian akan
meningkat dalam pekerjaan tulis-menulis, peningkatan fokus dan konsentrasi
tanpa berlebuhan, pernafasan lebih lancar dan sikap lebih santai, lebih mampu
mengungkapkan gagasan, serta peningkatan energi pada tangan dan jari
(melepaskan kekuan bila banyak menulis).
Duduk, letakkan pergelangan kaki kanan
di atas lutut kiri dan letakkan satu tangan di belakang lutut kanan, di ujung
otot betis. Tangan yang lain memegang tendon achilles, tepat di belakang
tulang pergelangan kaki. Lambaian kaki dari atas ke bawah lima kali atau lebih
sambil tangan tetapmemegang erat-erat di kedua posisi. Rasakan otot memenjang
dan relaks, sekarang letakkan kedua kaki di lantai dan rasakan pebedaan kedua kaki
sebelum mengulangigerakan ini dengan pergelangan kaki kiri di atas lutut kanan.
Beberapa orang bahkan mengalami manfaat yang lebiih besar dengan meluruskan
kaki ketika memegang ujung otot betis serta melambaikan kaki.
Gerakan ini bermanfaat untuk:
mengintegrasikan otak depanbelakang, kemampuan bicara dan berbahasa meningkat.
Menumbuhkan kemampuan akademik, dalam hal pemahaman sewaktu mendengarkan dan membaca,
kemampuan menulis kreatif serta kemampuan mengerjakan dan menyelesaikan tugas.
Menjadikan sikap tubuh lebih tegak dan relaks, lutut tidak kaku lagi, perilaku
sosial lebih baik, durasi perhatian meningkat, serta kemampuan berkomunikasi
dan memberi respons meningkat.
Berdiri dengan jarak satu lengan dari
dinding dan letakkan tangan terpisah selebar bahu. Mundurkan kaki kiri
selangkah ke belakang dan luruskan. Bagian depan kaki menginjak lantai sambil
tumit terangkat.
Badan agak miring dengan sudut 45
derajat ke depan. Hembuskan nafas saat menekan tumit kiri ke lantai, dengan
posisi badan dicondongkan ke depan dan lutut kanan di bengkokkan. Semakin
membengkok lutut, semakin terasa bagian belakang betis kiri semakin tertarik.
Sambil menarik nafas dengan perlahan luruskan badan, angkatkat tumit kiri dan kendurkan.
Lakukan gerakan ini 3 kali atau lebih, dengan menarik nafas dan
menghembuskannya secara perlahan dan lengkap pada setiap siklus.
Kemudian ganti dengan kaki lain dan
ulangi. Manfaat dari gerakan ini, antara lain: mengaktifkan otak untuk integrasi
otak belakang dan depan, area bicara ekspresif dan kemampuan bahasa (linguistis
intelligence). Meningkatkan kemampuan akademik dalam hal pemahaman waktu
mendengarkan, membaca. Kemampuan nulis kreatif dan kemampuan menuntaskan suatu
tugas. Perilaku sosial lebih baik, durasi perhatian bertambah, dan meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dalam memberi tanggapan.
Duduk dengan nyaman di kursi,
silangkan pergelangan kaki dan sedikit bengkokkan lutut. Buang nafas
perlahan-lahan saat membungkukkan badan ke depan, dengan kepala diarahkan ke
bawah. Jangkau sejauh mungkin tanpa memaksa diri. Tarik nafas sambil menegakkan
badan, akhirnya kepala kembali tegak. Lanjutkan gerakan ini selama tiga
pernafasan lengkap atau lebih, kemudian ganti letak kaki yang disilangkan dan
ulangi proses tadi.
Gerakan ini bermanfaat untuk:
mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, centering dan grounding,
meningkatkan perhatian penglihatan (integrasi otak belakang-depan),
pernafasan lebih dalam dan energi meningkat. Meningkatkan kemampuan akademik
untuk pemahaman waktu membaca, mencongak serta pemikiran abstrak mengenai pokok
tertentu. Menumbuhkan keyakinan dan percaya diri, stabilitas, ekspresi diri
yang pas, tubuh atas dan bawah bergerak sebagai satu kesatuan serta sikap tubuh
relaks meski duduk lama
Pasang kuda-kuda dilakukan dengan cara
kaki terbuka. Arahkan kaki kanan ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus ke depan.
tekuk lutut kanan sambil buang napas, lalu ambil napas waktu lutut kanan
diluruskan kembali. Pinggul ditarik ke atas. gerakan ini untuk menguatkan otot pinggul
(bisa dirasakan di kaki yang lurus) dan membantu kestabilan punggung. ulangi
3x, kemudian ganti kaki kiri.
Gerakan ini mengaktifkan otak untuk
menyeberangi garis tengah partisipasi, pengaturan, pernapasan yang lebih baik,
kesadaran ruang gerak dan merelaksasi seluruh tubuh. sedangkan untuk kemampun
akademik dalam hal ingatan jangka panjang, penyimpanan ingatan jangka
pendek,keterampilan mengatur pikiran dan menggunakan kata dan bicara dalam hati
saat melakukan kegiatan metematika dan pengertian diri dan ekspresi diri
(Dennison, 2008: 41).
c) Gerakan Meningkatkan Energi dan
Sikap Penguatan (Energy Exercises
And Deepening Attitudes)
Letakkan dua jari tangan di dagu,
sementara di telapak tangan kiri di daerah pusar (perut). Jari-jari telapak
tangan kiri menunjuk ke bawah (dengan jari-jari mengarah ke bawah). Gerakan
mata dari bawah (lantai) ke atas (langit-langit), lalu sambil melakukan nafas
dalam-dalam secara pelan, dan membuangnya secara perlahan. Lakukan selama 1
menit atau sekitar 4-6 kali nafas dalam dan ulangi gerakan untuk tangan
lainnya.
Manfaat mengaktifkan otak untuk
kemampuan bekerja pada garis tengan dan pemusatan. Meningkatkan kemampuan
akademik dalam hal kepiawaian organisasi, keterampilan penglihatan dekat jauh,
serta membaca tanpa disorientasi. Kesiagaan mental, pinggul, simetris, kepala tegak,
mengurangi kebiasaan juling dan koordinasi seluruh tubuh yang baik.
Sentuhlah tombol keseimbangan yang
terletak di belakang salah satu telinga di perbatasan rambut (bawah tulang
tengkorak) dengan beberapa jari tangan kiri. Sementara itu letakkan telapak
tangan kanan di daerah pusat. Posisi kepala tetap lurus ke depan. Setelah 30
detik lakukan untuk tangan satunya lagi dan ulangi gerakan hingga beberapa kali
sambil bernafas dalam-dalam.
Manfaat dari gerakan ini, dapat
mengaktifkan otak untuk siap siaga, memusatkan perhatian dengan menstimulasi
tiga saluran panjang dari labirin tulang telinga (canalis semicirularis)
dan sistem reticular , kecepatan dalam mengambil keputusan,
berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif , memindahkan fokus penglihatan
dari titik ke titik, kepekaan indrawi untuk keseimbangan dan kesetimbangan (equilibirium),
gerakan rahang dang tengkorak yang relaks. Meningkatkan kemampuan akademik untuk
pengertian tentang hal-hal yang tersirat dalam bacaan, mengenali sudut pandang
pengarang, penilaian kritis dan pengambilan keputusan, keterampilan pengenalan
untuk mengeja dan matematika. Membuat perasaan enak dan nyaman, sikap terbuka
dan mau menerima (open mind): mata, telinga dan kepala lebih tegak lurus
pada bahu, mengurangi focus berlebihan pada sikap tubuh (over fokus),
serta dapat memperbaiki refleksrefleks tubuh.
Letakkan dua jari di atas bibir dan
tangan lainnya di punggung bagian bawah, dengan ujung-ujung jari menyentuh
tulang ekor.
Bernafaslah dalam-dalam, saat
memandang ke langit-langit. Perlahanlahan turunkan pandangan ke lantai,
kemudian arahkan pendangan ke langit-langit lagi. Ulangi tiga kali atau lebih
sambil mata dan seluruh tubuh rileks.
Manfaatnya, mengaktifkan otak untuk
kemampuan bekerja di garis tengah, centering dan grounding. Rileksasi
sistem saraf pusat, kedalaman dan luasnya penglihatan, kontak mata yang lebih
baik dalam penglihatan dekat-jauh. Meningkatkan kemampuan akademik dalam
keterampilan mengatur dan menggerakkan mata secara vertikal juga horizontal
tanpa bingung, seperti membaca kolom matematika dan urutan huruf, kemampuan
memusatkan perhatian pada suatu tugas, motivasi dan minat meningkat.
Menumbuhkan kemampuan menumbuhkan menggati “mencoba” dengan intuisi dan
pengetahuan, kemampuan untuk relaks, pinggul lurus, kepala tegak tidak menunduk
atau miring, kemampuan untuk duduk tegak dan nyaman di kursi serta konsentrasi
mengurangi hiperaktif.
Ketika mulai menguap, tekan ujung-ujung
jari dengan ringan di bagian pipi yang teras kencang sekitar gigi geraham atas
dan bawah. Keluarkan suara menguap yang dalam dan relaks, sambil dengan lembut
membuang ketegangan yang ada dan ulangi gerakan ini tiga kali atau lebih.
Gerakan ini bermanfaat untuk :
mengaktifkan otak dalam peningkatan persepsi sensoris dan fungsi motorik
dari mata dan otot untuk bersuara dan menguyah, peningkatan oksigen agar berfungsi
secara efisien dan relaks, perbaikan komunikasi lisan dan ekspresif,
peningkatan kemampuan memilih informasi penting dari yang tidak penting.
Meningkatkan kemampuan akademik dalam
hal membaca dengan suara, menghafal, menulis kreatif dan berbicara di depan
umum. Resonansi vokal lebih dalam, penglihatan relaks (membasahi mata),
kreativitas dan ekspresi meningkat serta menjaga keseimbangan tubuh.
Dengan ibu jari dan telunjuk kedua
tangan, pijat secara lembut daun telinga sambil menariknya keluar, mulai dari
ujung atas menurun sepanjang lengkungan dan berakhir di kuping. Ulangi gerakan
ini tiga kali atau lebih untuk hasil maksimal.
Manfaatnya, mengaktifkan otak untuk
menyeberangi garis tengah pendengaran (termasuk pengenalan, perhatian,
pembedaan bunyi, persepsi dan ingatan melalui pendengaran). Mendengar suara
sendiri, ingatan jangka pendek, keterampilan bicara dalam hati dan berpikir,
kebugaran fisik dan mental meningkat, mendengar dengan kedua telinga bersama
dan mengaktifkan formatio reticularis. Meningkatkan kemampuan akademik dalam
hal pemahaman ketika mendengan, berbicara di depan umum, menyanyi dan memainkan
alat musik, berbicara dalam hati dan penyampaian lisan, mengeja (memecahkan dan
menciptakan sandi). Membuat energi dan nafas lebih baik, resonansi suara
meningkat, otot wajah, lidah dan rahang relaks, dan fokus perhatian meningkat.
Cara melakukannya adalah:
a) Bisa dilakukan dalam posisi duduk, berbaring
atau berdiri. Mata kaki kiri disilangkan di atas kaki kanan. Tangan dijulurkan
ke depan dan disilangkan dengan posisi tangan kiri di atas tangan kanan dan
jempol ke arah bawah. Lalu tangan diputar kebawah dan ditarik sampai ke muka
dada, sehingga jempol ke arah atas. Tutup mata dan tarik nafas dalam-dalam
dengan lidah ditempelkan dilangit-langit mulut sekitar 1 cm di belakang gigi.
Buang nafas panjang melalui mulut dan lidah lalu dilepaskan lagi;
b) Kedua kaki agak merenggang.
Ujung-ujung jari kedua tangan disambung dengan halus didepan dada, lalu lakukan
nafas dalam-dalam selama 1 menit. Fungsi gerakan ini, bisa menghubungkan semua
lingkungan fungsi bio-listrik tubuh. Kekacauan aliran energi, dapat
diatur kembali bila energy beredar dengan lancar di bagian tubuh yang tegang.
Menjadikan lebih percaya diri (self confidence), dan perhatiannya akan
lebih seksama.
Mengaktifkan otak untuk pemusatan
emosional, pasang kuda-kuda, mengaktifkan formatio reticularis, gerakan
tulang-tulang kepala. Meningkatkan kemampuan akademik untuk mendengan dan
berbicara lebih jelas, menghadapi tes dan tantangan sejenis. Pengendalian diri,
perhatian yang seksama, lebih menyadari batas-batas, keseimbangan dan koordinasi
meningkat, perasaan nyaman terhadap lingkungan sekitar serta hasil pernafasan
lebih baik dan halus.
Sentuhlah dua titik dahi dengan
perlahan kira-kira di atas diantara perbatasan rambut dan alis, atau diatas
kedua mata dengan ujung jari tiap tangan. Lakukan selama 30-60 detik sambil
pejamkan mata.
Fungsi gerakan ini, antara lain:
mengaktifkan otak bagian depan, guna menyeimbangkan stres yang berhubungan
dengan ingatan tertentu, situasi, orang, tempat dan keterampilan, menghilangkan
refleks yang menyebabkan betindak tanpa berpikir karena gelisah (anxiety).
Meningkatkan kemampuan akademik, untuk
melepaskan hambatan ingatan (seperti, “saya tahu jawabannya, ada diujung
lidahku”), berguna ketika mengeja, mempelajari matematika dan bidang sosial,
dan ketika ingatan jangka panjang di butuhkan, kemampuan mengatur, belajar mandiri,
kinerja tes dan lain-lain.
Berdasarkan paparan di atas, penulis
menyimpulkan bahwa brain gym merupakan senam yang dapat memberikan
banyak manfaat untuk menstimulasi otak kita. Gerakan-gerakan brain
gym yang dirancang dengan sederhana dan menyenangkan dapat
diterapkan kepada semua orang yang belajar, tanpa batas umur, dengan
menggunakan aktivitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar seluruh
potensi seseorang untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan
akademik.
Beberapa gerakan-gerakan brain gym dirancang
khusus untuk membantu dalam mengaktifkan otak dalam meningkatkan
keterampilan dan kemampuan akademik yang kita inginkan dalam waktu
singkat.
G. PENGARUH
BRAIN GYM DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT
Gerakan brain gym adalah suatu usaha
alternatif alami yang sehat untuk menghadapi ketegangan dan tantangan pada diri
sendiri dan orang lain. Brain gym dapat digunakan untuk membantu pelajar
untuk siap menerima pelajaran, memperbaiki rentang konsentrasi, meningkatkan
fokus dan daya ingat, memperbaiki kemampuan berkomunikasi dan mengendalikan
emosi.
Oriza (dalam Kiki, 2006) mengatakan sebagai berikut:
Bahkan kini sudah ada beberapa sekolah baik TK Maupun playgroup yang menyertakan
brain gym sebagai salah satu program di sekolah. Brain gym ini
memang sangat tepat untuk diterapkan di masa sekolah. Proses pembelajaran yang
selama ini ada di sekolah biasanya dilakukan dengan cara mematri, memaksa,
sehingga akibatnya otak menjadi kurang terintegrasi dengan baik. Melalui brain
gym, pelajar dapat lebih siap untuk menerima materi pelajaran baru,
memperbaiki memori jangka pendek/STM (Short Term Memory), konsentrasi,
meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta mengendalikan emosi.
Aplikasi gerakan brain gym dipakai istilah
Dimensi Lateralitas untuk belahan otak kiri dan kanan, Dimensi Pemfokusan untuk
bagian belakang otak (batang otak atau brainstem)
dan bagian depan otak (frontal lobes), serta Dimensi Pemusatan untuk sistem limbis (midbrain) dan otak
besar (cerebral cotex).
Beberapa gerakan brain gym yang
dirancang dalam rangka mengaktifkan otak untuk meningkatkan daya ingat. Adapun
gerakan-gerakan tersebut adalah:
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Menyeberangi garis tengah
penglihatan/ pendengaran/ kinestetik/ sentuhan.
b.
Gerakan mata dari kiri dan
kanan.
c.
Meningkatkan kebersamaan
penglihatan kedua mata (binokular).
Kemampuan Akademik;
a.
Mengeja
b.
Menulis
c.
Mendengarkan
d.
Membaca dan memahami/
mengerti (Dennison, 2004: 8).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Menyeberangi garis tengah
penglihatan untuk meningkatkan integrasi
kedua sisi.
b.
Memperbaiki penglihatan
dengan dua mata bersamaan (binokular) dan
melihat lebih jauh ke samping (perifer).
c.
Meningkatkan koordinasi otot
mata (terutama untuk menyusuri).
Kemampuan Akademik:
a.
Mekanisme membaca (gerakan
mata dari kiri ke kanan)
b.
Pengenalan simbol untuk
memahami arti tulisan (sandi) dan
memecahkannya
c.
Pengertian membaca (ingatan
asosiatif jangka panjang) (Dennison, 2004:
10).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Menyeberangi garis tengah
pendengaran (termasuk kemampuan untuk
memperhatikan, pengenalan, persepsi,
pembedaan dan ingatan)
b.
Daya ingat jangka panjang
dan jangka pendek
c.
Mendengarkan suara sendiri
d.
Kemampuan berbicara dalam
hati dan berpikir
e.
Integrasi penglihatan,
pendengaran dan gerakan seluruh tubuh
f.
Kedalam persepsi dan
kemampuan kerja sama mata
Kemampuan Akademik:
a.
Pemahaman mendengar
b.
Berbicara
c.
Mengeja
d.
Mengingat secara berurutan,
seperti dalam matematika (Dennison, 2004:15).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Menyeberangi garis tengah
pendengaran (perhatian pendengaran, persepsi, dan ingatan)
b.
Daya ingat jangka panjang
dan jangka pendek
c.
Mendengarkan suara sendiri
d.
Berbicara dalam hati dan
kemampuan berpikir
e.
Gerakan sakadik mata yang
cukup
f.
Integrasi penglihatan,
pendengaran dan gerakan seluruh tubuh
Kemampuan Akademik:
a.
Mendengar dengan pemahaman
b.
Pidato atau atau laporan
lisan
c.
Perhitungan matematika
d.
Ingatan (untuk mengeja atau
rentang digit)
e.
Komputer /kerja lain yang
memakai papan tombol (Dennison, 2004: 32).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Menyeberangi garis tengah
partisipasi
b.
Pemusatan dan pasang
kuda-kuda
c.
Pengaturan, pernapasan yang
lebih baik
d.
Kesadaran ruang gerak
e.
Merelaksasi seluruh tubuh
dan penglihatan yang relaks
Kemampuan Akademik:
a.
Pemahaman
b.
Ingatan untuk jangka panjang
c.
Menyimpan ingatan jangka
pendek
d.
Keterampilan mengatur
pikiran dengan menggunakan kata atau bicara dalam hati saat melakukan kegiatan
matematika
e.
Pengertian diri dan ekspresi
diri (Dennison, 2004: 41)
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Menyeberangi garis tengah
pendengaran (termasuk kemampuan untuk memperhatikan, pengenalan, persepsi,
pembedaan dan ingatan)
b.
Daya ingat jangka panjang
dan jangka pendek
c.
Mendengarkan suara sendiri
d.
Kemampuan berbicara dalam
hati dan berpikir
e.
Kebugaran fisik dan mental
meningkat
f.
Mendengar dengan kedua
telinga bersama
g.
Mengaktifkan formation
reticularis (menyaring suara yang mengganggu dari yang perlu didengar)
Kemampuan Akademik:
a.
Pemahaman ketika mendengar
b.
Berbicara di depan umum,
menyanyi, memainkan alat musik
c.
Berbicara dalam hati dan
penyampaian lisan
d.
Mengeja (mememcahkan dan
menciptakan sandi) (Dennison, 2004: 57).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Mengaktifkan bagian depan
otak guna menyeimbangkan stres yang berhubungan dengan ingatan tertentu,
situasi, orang, tempat dan keterampilan
b.
Menghilangkan refleks yang
menyebabkan bertindak tanpa berpikir karena stres.
Kemampuan Akademik:
a.
Melepaskan penghambat
ingatan (seperti “saya tahu jawabannya, ada di ujung lidahku.”)
b.
Berguna ketika mengaja,
mempelajari matematika dan bidang sosial, atau ketika ingatan jangka panjang
dibutuhkan (Dennison, 2004: 61).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Mengirim pesan dari bagian
otak kanan ke sisi kiri tubuh dan sebaliknya
b.
Meningkatkan penerimaan
oksigen
c.
Stimulasi arteri karotis
untuk meningkatkan aliran darah ke otak
d.
Meningkatkan aliran darah ke
otak
e.
Meningkatkan aliran energi
elektromagnetik
Kemampuan Akademik:
a.
Menyeberangi garis tengah
visual untuk membaca
b.
Menyeberangi garis tengah
untuk koordinasi tubuh (untuk memudahkan
c.
Gerakan Silang yang lebih baik)
d.
Koreksi terbaliknya huruf
dan angka
e.
Memadukan konsonan dan tetap
di baris ketika membaca (Dennison,
f.
2004: 47).
Gerakan ini berfungsi mengaktifkan otak
untuk:
a.
Penglihatan dengan dua mata
secara bersamaan (binokular)
b.
Kemampuan membaca dan
menulis pada bagian tengah
c.
Pemusatan (centering)
d.
Pasanga kuda-kuda (grounding)
e.
Sistem saraf pusat lebih
relaks (Dennison, 2004: 18).
Kemampuan Akademik:
a.
Membaca dengan suara
b.
Membaca dalam hati,
kemampuan belajar sendiri
c.
Bicara dan berbahasa
Adapun abstrak penelitian yang
berhubungan dengan penelitian eksperimen yang telah dicapai dengan menggunakan brain
gym, yaitu penelitian yang diadakan oleh Guruchiter Kaur Khalsa sebagai
tesis utamanya di Departement of Healt, Physical Education and Recreation at
the State Polytechnic University. Selanjutnya, penelitian dilakukan
pada 52 anak yang dipilih dari kelas pendidikan khusus. Kelompok Brain Gym memperlihatkan
satu urutan gerakan, sementara kelompok kontrol terlibat dalam gerakan sembarang
selama kurang lebih 7 menit. Masa tanggap visual dari anak sebelum dan sesudah melakukan
gerakan-gerakan yang ditentukan. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang
melakukan gerakan Brain Gym waktu tanggapnya meningkat sementara
kelompok kontrol tidak (Dennison, 2008: 72).
Selain itu, ada sejumlah ungkapan dan
pengakuan dari para pelaku atau pengamat yang telah menerapkan latihan brain
gym ini, diantaranya:
1.
“Lely Tobing menerapkan brain
gym pada putra keduanya, Marco yang sulit fokus dan memiliki ingatan yang
lemah. Menurut Lely saat menerapkan brain gym pada anaknya, hasilnya fokus
Marco membaik dan kemampuan menghafal menjadi lebih baik” (Tobing, 2008);
2.
“Senam otak (brain gym),
akan meningkatkan daya konsentrasi seseorang. Dengan latihan ini, akan membantu
mereka memfokuskan diri terhadap hal-hal yang dikerjakannya” (Frieda
Mangungsong, 2005. Jakarta);
3.
“Semakin sering otak dilatih
dengan senam otak (brain gym), maka semakin terasah kemampuan kognitif
anak; artinya kemampuan belajar siwa semakin meningkat” (Vivin Cahyani, 2005. Surabaya).
Bruce Truckman (dalam Manna, 2008: 50)
mengatakan, “Tubuh yang malas menimbulkan otak yang malas”. Sejumlah penelitian
menyimpulkan bahwa olahraga teratur meningkatkan kinerja mental. “dalam
menjelaskan manfaat olahraga fisik terhadap otak, beberapa peneliti menyatakan
meningkatnya kadar endrofin dan aliran oksegen ke otaklah yang menyebabkan
peningkatan kemampuan tersebut”.
Pendapat lain mengatakan bahwa “tujuan
olahraga di Taman Kanakkanak, yaitu guna mengembangkan serta membina nilai dan
sikap, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, serta kemampuan untuk berhubungan
dengan lingkungannya” (Ateng & Sarifudin, 1980: 14).
Dari pendapat-pendapat di atas penulis
menyimpulkan bahwa brain gym memiliki pengaruh positif terhadap ingatan
seseorang dan mampu menyeimbangkan dan melatih kedua belahan otak (otak
kiri dan otak kanan) secara optimal, karena beberapa gerakan brain
gym dirancang khusus dalam mengaktifkan otak untuk meningkatkan
ingatan, baik ingatan jangka panjang maupun ingatan jangka pendek, dengan demikian “brain gym efektif dalam meningkatkan daya ingat.”
H.
KEUNTUNGAN BRAIN GYM
Adapun
keuntungan dari brain gym adalah
sebagai berikut:
ü Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stress.
ü Dapat di pakai dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit).
ü Tidak memerlukan bahan atau tempat yang khusus.
ü Dapat di pakai dalam semua situasi termasuk saat belajar atau
bekerja.
ü Meningkatkan kepercayaan diri.
ü Menunjukan hasil dengan segera.
ü Dapat di jelaskan secara neurofisiologi
:“why learning is not all in your head” by Dr. Carla Hannaford.
ü Sangat efektif dalam penanganan seseorang yang mengalami
hambatan dan stress belajar.
ü Memandirikan seseorang dalam hal belajar dan mengaktifkan
seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki seseorang.
ü Diakui sebagai salah satu tehnik belajar yang paling baik oleh National Learning Foundation USA, dan
sudah tersebar luas lebih dari 80 negara.
REFERENSI
Adi W.
Gunawan.2003. Genius Learning Strategi.Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama
05410067-hilda-nuria.pdf
keren Artikelnya
BalasHapuskalau untuk senam otak ini berasal dari mana ya...
dan untuk melekukan senam otak kita membutuhkan baju senam, kalau untuk tempat grosir baju senam yng berkualitas banyak pilihannya dimana ya...
apakah semua gerakan gerakn brain gym tersebut. semuanya dilakukan oleh lansia? atau hanya beberapa? mohon penjelasannya.
BalasHapus